Minggu, 26 Februari 2012

Bersyukur Bukanlah Tidur

Bersyukur bukan berarti cuma tidur
Walau tanah kita subur
Jangan mau cuma bisa makan bubur!

Dari pada memilih menganggur
Atau cuma mimpi menikmati anggur
Lebih baik babak belur
Atau gugur dalam bertempur
Supaya hidup lebih makmur

Jangan takut apa yang terlihat kabur
Jangan sampai tekadmu kendur
Niatmu janganlah luntur
Hanya karena jatuh janganlah mundur
Melesatlah seperti panah dari busur

Kreatiflah, jangan bisanya cuma menyadur
Beranilah beda walau kita membaur
Jangan latah jangan takut digusur
Sungai gagasan perlu ditelusur

Wanita pandailah berlulur
Pandailah juga saat di dapur

Yang sementara jangan membuatmu tergiur
Yang palsu jangan dibuat penghibur

Jangan rapuh seperti kapur
Jangan pecah seperti telur
Jangan cengeng ketika terbentur
Tetap bersyukur saat terjaga ataupun tidur
Jangan cuma bisanya mendengkur

Punya lidah jangan asal terjulur
Bicara jangan melantur
Jangan suka berpikir ngawur

Santun dalam bertutur
Berkata dan berbuat jujur

Selalu menyapa selalulah menegur
Dengan sesama selalulah akur
Urusan orang lain jangan ikut campur
Peduli jangan salah jalur

Karang keras pun hancur lebur
Karena ombak dan debur
Nikmati bekerja walau harus terjemur
Rasakan cinta walau peluh mengucur
Santai saja walau keringat berlumur
Tak apalah walau harus lembur

Gaji kecil jangan jadi tolak ukur
Ikuti saja alur

Buatlah lahan gersang jadi gembur
Berhenti harapkan hujan, buatlah sumur
Jangan hanya memikirkan kasur
Jangan tergesa di depan rumah pasang janur

Selalu tersenyum selalulah merasa syukur
Sepanjang hidup hingga tubuh terbujur


Teddy Amry
Baca selengkapnya - Bersyukur Bukanlah Tidur

Sabtu, 25 Februari 2012

Jakarta di Hari Minggu


Menyusuri kota ini di hari Minggu
Tampak tenang tak seperti di hari pekerja terburu-buru
Coba saja kalau setiap hari begitu
Pasti di jalanan mudah melaju

Mengapa kau tak mau mengantri
Lebih cepatkah kau beberapa detik dengan mencuri?
Mengapa tak memberi jalan dulu pada yang sudah sedari tadi?
Kalian membuat jalanan dan ekonomi sulit berlari

Aku menunggu kalenderku berwarna merah untuk berkendara
Kalau tak merah manalah sampai segera
Truk di tempat tikus dan kucing berlari
Sepeda motor membentuk air yang mementingkan diri sendiri

Tak perlulah kalian tambah jalanan layang
Jangan membuat kami berputar jauh di persimpangan
Polisi lebih baiklah dalam tugas yang dipegang
Kami bayar pajak dan banyak tagihan

Jakarta di hari Minggu
Kota ini baik di mataku
Kota ini di Hari Minggu
Bukan di Senin sampai Sabtu


Teddy Amry


Baca selengkapnya - Jakarta di Hari Minggu

Kamis, 23 Februari 2012

Ego

Ego

Kenapa sih lo ada?

Mengikat diri yang bebas lepas
Dengan belenggu emas dan besi

Burung mengikat diri lalu ingin terbang
Aneh
Bodoh tolol

Mengapa tak lepaskan saja talinya?
Oh ya, benang kusut!

Kita para dungu yang mengecap pengetahuan fana
Kita para orang bodoh yang belum sadar
kita para budak yang mengabdi pada mesin
Kita yang lalai mempercayakan diri kepada mesin

Pikiran
Pikiran

Ego, keinginan
Penutup kotor yang melapisi meja yang bersih
Tolol bukan?

Sudah bersinar dari sananya
Terlapis kain hitam penuh debu

Mati-matian mengejar kebahagiaan
Tanpa melihat ke dalam terus mencari di luar
Di luar sana kebahagiaan itu tidak ada
Yang ada hanya cermin

Cermin memantulkan bayangan wajah yang dekil
Bukan cerminnya yang salah
Bukan wajahnya yang tak rupawan
Hanya debu kotor selama perjalanan
Setelah lelah, bersihkanlah hingga tuntas
Lihat, kita itu rupawan!

Mati-matian mengejar kebahagian
Tanpa sadar mati-matian menyengsarakan diri

Tidak ada yang perlu diubah, ikhlas!
Tidak ada perbudakan yang merdeka
Tidak ada yang baik dirantai emas
Ketanpa-ego-an itulah yang sempurna
Baca selengkapnya - Ego