Minggu, 10 April 2016

Kerinduan


Ketidaktahuan seorang manusia
Tentang kemelekatan sebelum mempelajarinya
Tentang samsara dan bahagia fana
Kau katakan itu cinta

Ketidakberuntungan atau kemujuran?
Aku tidak tahu
Mungkin satu
Mungkin dua-duanya

Aku cemburu kepada kebanyakan
Aku tak termasuk dalam lingkaran

Ada perekat di dalam dada
Ada kekosongan yg menganga

Ketidaksesuan kepala dan hati
Terlalu tinggi terlalu rendah

Kehilangan dan pertengkaran hati
Harapan dan kebingungan
Aku merasa kehilangan
Baca selengkapnya - Kerinduan

Minggu, 29 November 2015

Berdamai Dengan Yang Tak Terelakkan

Mengapa menangisi perginya cahaya
Biarkan Sang Surya tak terlihat untuk sementara
Mengapa takut datangnya malam
Kita tidur saat lampunya padam

Saat hujan pasti kan basah
Hanya cegah apa yang tercegah
Saat terik nikmati panasnya
Jangan teriak apalah gunanya

Kadang curahan hati seperti aliran sungai
Lepaskan airnya jangan membanjiri

Air mendidih pasti ada uap
Matikan apinya airnya tak meluap

Biarlah sakit jika memang harus sakit
Tetaplah sehat jadilah kuat
Nikmati pemandangan di atas bukit
Jika tak indah apa boleh buat

Lepaskan kemelekatan serahkan jiwa
Tunggangi kuda bukan kamu kudanya
Saat bayi lahir ke dunia
Kau kan kira tangisan darinya

Di mana gula di sana semut
Lalu mengapa kau membenci dan bersungut
Bersihkan dan rapikan
Tikus dan kecoa suka makanan

Salahkah langit saat kita jatuh?
Kematian adalah kepastian
Luka adalah biasa saat terjatuh
Para bayi tak takut jatuh untuk berjalan

Biarkan sakit dan rasakan kecewa
Ini tidak untuk selamanya
Seperti jatuhnya daun angin yang membawa
Dia pasti jatuh saat usianya tiba

Manis terasa manis
Salahkah gulanya?
Buruk terlihat buruk
Salahkah cerminnya?

Kau dekati anjing dan kucing
Kau salahkan yang mengonggong
Kau tanam biji dan kerikil
Kau salahkan yang tidak tumbuh

Berniaga dan berderma
Ada yang kaya ada yang bahagia
Jika tidak bisa keduanya
Nikmati satu dari mereka

Surga dan neraka
Ada di dalam dada
Baca selengkapnya - Berdamai Dengan Yang Tak Terelakkan

Sabtu, 19 Mei 2012

Mengapa Menonton Kesedihan?

Bersahutan kalian para penyedia tontonan
Bercerita selalu tentang kasihan
Bohong berkata kasihan pada korban
Sumbangkan uang dong kalau ingin meringankan beban

Pesawat yang jatuh dan jiwa-jiwa yang berhenti menjadi manusia
Semoga kalian tenang di tempat yang baru nanti
Doaku untuk kalian wahai para korban dan keluarga
Yang kembali ikhlaskanlah jika pergi

Saat bumi terguncang dan terbelah
Saat penyakit menjadi perantara
Jika kita berhenti mengalami dunia karena entah
Apakah menangis mengantarkan ke surga?

Hiduplah dengan penuh cinta
Matilah saat mencinta
Hanya cinta yang tak meminta
Jika ingin mengalami bahagia

Bukan dengan menonton berulang bukti bahwa kita sayang
Transferlah ke rekening bank
Jika tak punya uang panjatkanlah doa dalam sembahyang
Hanya berkata "ih kasihan" tak baik untuk semua orang


Teddy Amry
Baca selengkapnya - Mengapa Menonton Kesedihan?

Minggu, 04 Maret 2012

Ikhlaskan

Jangan mengejar pengakuan
Ikhlaskan dianggap apa
Jangan takut cercaan
Ikhlaskan pandangan semua

Jangan melekat pada kenyamanan
Lepaskan segala bentuk kenyamanan
Jangan menghindari kenyamanan
Nyaman tidak nyaman ikhlaskan

Jangan mengejar jaminan
Bahkan bulan tidak perlu tali
Seluruh benda langit akan hancur
Di dalam bangunan akan runtuh
Di bawah langit hujan dan panas
Ikhlaskan segala halusinasi

Untuk apa memaksakan keamanan
Aman dan bebas tidak sejalan
Tak perlu memaksakan kebebasan
Kau lepaskan seluruh keinginan sambutlah kebebasan

Tidak ada teman tidak ada yang bukan teman
Kau dan aku itu satu

Tidak perlu tanya mengapa aku mencintaimu
Aku itu kamu
Kamu itu aku
Bagaimana mungkin aku membencimu?

Apa itu ancaman?
Apa itu ketakutan?
Apa itu jaminan?
Tidak perlu memperdebatkan isi mimpi tadi malam!
Ikhlaskan.
Baca selengkapnya - Ikhlaskan

Minggu, 26 Februari 2012

Bersyukur Bukanlah Tidur

Bersyukur bukan berarti cuma tidur
Walau tanah kita subur
Jangan mau cuma bisa makan bubur!

Dari pada memilih menganggur
Atau cuma mimpi menikmati anggur
Lebih baik babak belur
Atau gugur dalam bertempur
Supaya hidup lebih makmur

Jangan takut apa yang terlihat kabur
Jangan sampai tekadmu kendur
Niatmu janganlah luntur
Hanya karena jatuh janganlah mundur
Melesatlah seperti panah dari busur

Kreatiflah, jangan bisanya cuma menyadur
Beranilah beda walau kita membaur
Jangan latah jangan takut digusur
Sungai gagasan perlu ditelusur

Wanita pandailah berlulur
Pandailah juga saat di dapur

Yang sementara jangan membuatmu tergiur
Yang palsu jangan dibuat penghibur

Jangan rapuh seperti kapur
Jangan pecah seperti telur
Jangan cengeng ketika terbentur
Tetap bersyukur saat terjaga ataupun tidur
Jangan cuma bisanya mendengkur

Punya lidah jangan asal terjulur
Bicara jangan melantur
Jangan suka berpikir ngawur

Santun dalam bertutur
Berkata dan berbuat jujur

Selalu menyapa selalulah menegur
Dengan sesama selalulah akur
Urusan orang lain jangan ikut campur
Peduli jangan salah jalur

Karang keras pun hancur lebur
Karena ombak dan debur
Nikmati bekerja walau harus terjemur
Rasakan cinta walau peluh mengucur
Santai saja walau keringat berlumur
Tak apalah walau harus lembur

Gaji kecil jangan jadi tolak ukur
Ikuti saja alur

Buatlah lahan gersang jadi gembur
Berhenti harapkan hujan, buatlah sumur
Jangan hanya memikirkan kasur
Jangan tergesa di depan rumah pasang janur

Selalu tersenyum selalulah merasa syukur
Sepanjang hidup hingga tubuh terbujur


Teddy Amry
Baca selengkapnya - Bersyukur Bukanlah Tidur

Sabtu, 25 Februari 2012

Jakarta di Hari Minggu


Menyusuri kota ini di hari Minggu
Tampak tenang tak seperti di hari pekerja terburu-buru
Coba saja kalau setiap hari begitu
Pasti di jalanan mudah melaju

Mengapa kau tak mau mengantri
Lebih cepatkah kau beberapa detik dengan mencuri?
Mengapa tak memberi jalan dulu pada yang sudah sedari tadi?
Kalian membuat jalanan dan ekonomi sulit berlari

Aku menunggu kalenderku berwarna merah untuk berkendara
Kalau tak merah manalah sampai segera
Truk di tempat tikus dan kucing berlari
Sepeda motor membentuk air yang mementingkan diri sendiri

Tak perlulah kalian tambah jalanan layang
Jangan membuat kami berputar jauh di persimpangan
Polisi lebih baiklah dalam tugas yang dipegang
Kami bayar pajak dan banyak tagihan

Jakarta di hari Minggu
Kota ini baik di mataku
Kota ini di Hari Minggu
Bukan di Senin sampai Sabtu


Teddy Amry


Baca selengkapnya - Jakarta di Hari Minggu

Kamis, 23 Februari 2012

Ego

Ego

Kenapa sih lo ada?

Mengikat diri yang bebas lepas
Dengan belenggu emas dan besi

Burung mengikat diri lalu ingin terbang
Aneh
Bodoh tolol

Mengapa tak lepaskan saja talinya?
Oh ya, benang kusut!

Kita para dungu yang mengecap pengetahuan fana
Kita para orang bodoh yang belum sadar
kita para budak yang mengabdi pada mesin
Kita yang lalai mempercayakan diri kepada mesin

Pikiran
Pikiran

Ego, keinginan
Penutup kotor yang melapisi meja yang bersih
Tolol bukan?

Sudah bersinar dari sananya
Terlapis kain hitam penuh debu

Mati-matian mengejar kebahagiaan
Tanpa melihat ke dalam terus mencari di luar
Di luar sana kebahagiaan itu tidak ada
Yang ada hanya cermin

Cermin memantulkan bayangan wajah yang dekil
Bukan cerminnya yang salah
Bukan wajahnya yang tak rupawan
Hanya debu kotor selama perjalanan
Setelah lelah, bersihkanlah hingga tuntas
Lihat, kita itu rupawan!

Mati-matian mengejar kebahagian
Tanpa sadar mati-matian menyengsarakan diri

Tidak ada yang perlu diubah, ikhlas!
Tidak ada perbudakan yang merdeka
Tidak ada yang baik dirantai emas
Ketanpa-ego-an itulah yang sempurna
Baca selengkapnya - Ego

Senin, 16 Januari 2012

Acara Musik Jangan Sebodoh Sinetron


Ku tahan nafas menenangkan
Tak ada pilihan menyenangkan
Menatap TV kumpulan nyanyian
Mereka dibayar atau gratisan?

Tak bisakah lebih tolol dalam bermusik
Tak ada pilihan selain kalian
Tak bisakah lebih tolol kalian berisik
Selain acaramu yang ada hanya iklan

Cukuplah mereka yang tak berpendidikan
Menonton sinetron yang mengajarkan kebodohan

Mengapa kalian rusak musik kami
Yang dulu baik dan layak dibeli
Mengapa kalian ganti penyanyi dan band sekelas Padi
Dengan band kampung dan anak-anak baru jadi

Maunya ku punya acara lain
Masa sih harus buat TV sendiri?
Malu dong dengan bangsa lain
Masa membodohi bangsa sendiri

Tak adakah inovasi di negeri ini
Ke mana semua otak-otak kreatifnya
Jangan andalkan penjualan RBT yang tinggi
Syair-syair tolol yang merajainya

Tolong dong buat acara musik anak lagi
Jangan campur nyanyian anak-anak di musik kami
Jangan ajarkan anak syair-syair dewasa
Jangan masukkan mereka di acara musik dewasa

Tolong buat acara musik khusus orang-orang tolol
Jangan campur musik mereka di musik anak muda
Band-band plagiat jangan nongol
Bikin acara khusus jangan ada di semua acara

Kemana penyanyi anak yang suaranya merdu?
Jangan rekam suara anak-anak yang merusak telinga
Berikan mereka syair dan melodi seperti dulu
Tak usah gila paksakan mereka di acara anak muda

Jangan rusak mutu musik negeri
Kasihan pemusik sekelas Yovie
Jangan biarkan kita diinvasi
Musik luar jadi raja nanti

Baca selengkapnya - Acara Musik Jangan Sebodoh Sinetron

Jumat, 13 Januari 2012

Keledai Mengejar iPad


"Milikilah jika kau mampu. Belilah sesuai isi sakumu. Senyumlah jika tak ada uangmu. Jenis itu pun akan segera berlalu."


Ribuan tahun mengganti masa
Kebodohan berpindah dari keledai ke manusia
Memindahkan siksa dari otot ke jiwa
Menyiksa diri seperti menyiksa satwa

Pikiran pikiran yang tak berguna
Tak berguna untuk meraih bahagia
Pikiran pikiran yang memberi sengsara
Keinginan membelenggu di samsara fana

Akankah keledai mendapat makanannya
Yang digantung tepat dihadapannya
Dia berlari terus dan semakin ke sana
Semakin cepat semakin lama

Kegunaannya si keledai adalah untuk manusia
Si keledai hanyalah lelah dibuat kita
Namun pantas untuk satwa yang tidak mengetahuinya
Keledai dan kuda bukanlah mahasiswa

Tidakkah kita merasa
Bahagia yang ada dari sananya
Mengapa kita menyiksa
Kemudian berkata kita tersiksa

Bekerja merasa seperti dipenjara
Mengeluh mengapa libur belum tiba
Ingatkah dulu saat tidak bekerja
Ke mana mana memohon diterima

Nikmati saat ini dan di sini
Satukan hati dan kepala yang berisi
Syukur atas apa yang telah diberi
Berhenti menuntut mulailah bercermin atas diri

Aku melihat kita mulai menempatkan diri seperti keledai
Mengejar sesuatu dan tak akan sampai
Kedamaian hati sedang kita gadai
Mengejar pengakuan dan membuat kita lalai

Milikilah jika kau mampu
Belilah sesuai isi sakumu
Senyumlah jika tak ada uangmu
Jenis itu pun akan segera berlalu

Tahun lalu keluar yang baru
Tahun ini ada yang terbaru
Tahun depan mereka membuat yang baru
Tak akan henti kita berburu

Milikilah jika kau mampu
Belilah sesuai isi sakumu
Senyumlah jika tak ada uangmu
Jenis itu pun akan segera berlalu

Mendekatkan yang jauh
Membuat yang dekat jauh

Akankah kau sumbangkan hartamu atas nama ego?
Atau karena melepaskan ego?

Mengapa mengejar pengakuan manusia lain atasmu?
Mengabaikan pengakuan Tuhan atas kelakuanmu

Biarkan mereka yang memiliki saham dan inovasi
Membuat benda benda yang tak terbeli
Nikmati apa yang kita miliki
Letakkan uangmu pada apa yang memberi fungsi

Jika tidak berguna
Untuk apa membelinya
Jika mencari yang berguna
Ada banyak yang murah harganya

Jangan mengejar pengakuan
Hanya sengsara akan kau dapatkan
Jangan takut akan celaan
Hinaan janganlah jadi beban

Jangan mengejar kebahagian seperti keledai mengejar makanan
Kebahagiaan selalu ada di dalam setiap insan
Lebih baik pulang dan lihatlah ke dalam
Kebahagianmu selalu ada siang dan malam


Teddy Amry
Baca selengkapnya - Keledai Mengejar iPad

Rabu, 07 Desember 2011

Hembusan Nafas



Nafas naga berhembus dari diri-diri yang kesal
Mengapa tak terpikir untuk lepas setelah lama bernafas?
Tak bosankah kamu akan siksa di samsara?
Tak jenuhkah kamu selalu turut apa yang dunia perintahkan ke kamu?

Suara-suara kebodohan diri sendiri yang kamu sebut setan
Setan yang tak pernah ada di hatimu kecuali keengganan
Keengganan kamu untuk bertumbuh
Melepas ego, itulah bertumbuh

Tak kesalkah kamu akan suara-suara yang mendiktemu?
Tak maukah kamu untuk kembali kepada kebebasan?
Mengapa enggan untuk melihat ke dalam?
Bahagiakah kamu di samsara yang nyata?

Ketidaktahuan karena keengganan
Keengganan untuk berbeda dari imla dunia
Keengganan melangkah ke yang tak sementara
Keengganan mempertanyakan apa itu yang nyata

Sudah-sudahlah usailah tangismu
Sudahilah semua deritamu
Mulailah melihat cermin besar yang kau sebut dunia
Jika pantulannya buruk, siapakah yang bertanggung jawab?
Baca selengkapnya - Hembusan Nafas