Jumat, 31 Desember 2010

The Sedona Method


Saat pasir kau genggam, saat nafas kau tahan
Jika mengotori tangan mengapa tak kau jatuhkan
Jika membuatmu sesak mengapa tak kau hembuskan

Sia-sialah menghentikan mentari
Bumi yang berputar dan mengelilingi
Sia-sialah berharap waktu kan menunggu
Kaulah yang harus melaju

Biarkan hujan membasahi, biarkan cahaya menerangi
Basah itu tak abadi, apa yang harus kau takuti?

Seperti yang hidup kan mati
Seperti yang hidup beregenerasi
Yang lama kan terganti
Yang baru kan mengisi

Sambut yang kau rasa saat ini
Sambutlah karena itu alami
Ketika waktu telah menghampiri
Jangan tahan, biarkan dia pergi

Seperti aliran udara yang kau hirup
Hembuskan nafasmu kemudian
Sang surya takkan redup
Kau kan nikmati rembulan

Kau haus? minumlah
Kau lapar? makanlah
Mereka tak selamanya di sana
Biarkan semuanya datang lalu tak tahu ke mana

Kita hanyalah seperti rumah dengan pintu dan saluran udara
Kita terima angin dan cahaya masuk
Apakah kita perlu semua? Ya
Apakah semua kan bersama selamanya? Tidak

Maka raihlah saat ini, lepaskan yang lalu
Maka nikmati hari ini, ikhlaskan yang lalu

Bahwa bensin diisi, ia hanya penggerak
Bahwa uang diisi, ia hanya penggerak

Mengapa takut jika harus terjadi?
Mengapa takut jika malam menghampiri?

Hari berakhir, esok mengganti
Seperti air bersikulasi
Semua terjadi alami

Kebersamaan yang memberi senyum
Tak selamanya ada bersama

Pertemuan adalah kebutuhan
Perpisahan adalah alami


Cinta, riang, dan sedih rasakanlah
Akui hingga kau seutuhnya mengalami
Cinta, riang, dan sedih lepaskanlah
Jangan kau tahan, karena itu semua alami


Semua rasa mengalir datang dan pergi
Semua rasa membuatmu hidup
Semua rasa kau perlu di sini
Semua rasa hembuskanlah setelah kau hirup


Tak ada yang menetap di sini
Lepaskan lepaskanlah genggaman emosi
Lepaskan biar tiada duka lagi
Kta adalah kesadaran dan bukan emosi


Semua harus berganti
Laksana embun yang menguap di kala siang


Seperti roda yang berputar agar tergerak pedati
Seperti itu rasa harus bersikulasi


Rasakan seutuhnya
Lepaskan seluruhnya


Amarahmu, dendammu hanya ilusi
Tipuan kebodohan diri


Cintamu, jangan merekat
Bahwa kau bukan sang emosi


Cemburumu, rasakanlah
Akui keberadaanya
Jika sudah, lepaskanlah
Maka kau kan lega


Kebahagianmu, rasakan seutuhnya
Kebahagianmu, lepaskan seluruh rasanya


Jika sedih menangislah
Rasakan seutuhnya
Jika sudah, lepaskanlah
Kau kan lega


Ketakutanmu, rasakanlah
Rasakan seutuhnya
Jika sudah, lepaskanlah
Maka tiada duka


Keinginanmu, rasakanlah
Rasakan seutuhnya
Rasakan agar kau hidup bermegah
Lepaskan rasa, namun wujudkanlah ia


Berserah bukan menyerah
Berserah bukan menyerah


Rasakan, lepaskan, dan bebaslah melangkah
Tiada duka setelahnya
Baca selengkapnya - The Sedona Method

Sabtu, 18 September 2010

Setan Setan Cantik di Kepala

Debur ombak menyiratkan duka, tangis air mata jiwa
Cuih, iblis menggoda merasuk dua mataku
Apakah aku kotor dan dapat kau temui sepanjang jalanan?

Katakan apa yang memerintah pikiran dan hati
Saat aku jauh dan lama tak kau temui
Yakinkah bahwa kau hanya perlu seorang pengganti?

Raja-raja dan menteri bersatu menentang aku
Saat bidadari terkalahkan hantu
Saat matematika tak berkutik melawan rasa
Ke manakah seorang yang bodoh mencari tawa?
Baca selengkapnya - Setan Setan Cantik di Kepala

Senin, 09 Agustus 2010

Tertinggal Waktu Yang Berlari



Bolehkah jiwa menikmati sedih?
Jiwa manusia yang masih dipecundangi waktu
Bolehkah mencari perlindungan dari rasa lirih?
Mata yang terpejam masih melindungiku


Saat tonggak-tonggak yang kupancang terkalahkan masa yang berlari
Aku masih di sini tertinggal jarum jam yang tiada henti
Mengapa pria ini masih merangkak seperti bayi
Hey, lari! Perlindungan tak berarti kau boleh tetap di sini!



Menangislah kala perih
Tersenyumlah setelahnya
Lalui setiap rasa yang mendidih
Seperti buih, hembuskanlahj ke udara


Lepaskan lepaskan kabut yang aku pakai menutup mataku
Aku tidak bodoh - hanya terlelap sendiri tiada yang menemani
Cepatlah beranjak dari kesia-sianmu!
Terus teruslah kejar sang waktu, teruskan dan jangan berhenti lagi
Baca selengkapnya - Tertinggal Waktu Yang Berlari

06:15 - 9 Agustus 2010



Aku ditegur diri atas pencapaian
Karena kelalaian
Karena berlalu waktu aku masih tak mampu
Karena lemahnya aku memimpin aku


Pertolongan surga telah mengangkat ke tempat yang lebih baik
Namun aku belum mampu naik dari tempat ini
Seperti koala yang diusik
Disindir keyakinan - keraguan menghampiri


Pergi pergilah kebodohan dan kelemahan diri
Berganti jiwa yang seperti cahaya fajar dari timur
Menggembala ranting dan daun saat ini
Namun mencari emas untuk makmur


Hai orang kecil
Mengapa kau tak mau pergi
Saatnya harus terpencil
Supaya tak ada yang mengganggu lagi


Berhenti aku bosan
Jemu mempermainkan waktu
Menghabiskannya hanya sia terhasilkan
Berharap ada yang menolongku


Bayang seorang pahlawan menuntunku
Adakah teman yang baik untukku?
Karena aku masih tak sanggup kini
Karena aku lemah jika sendiri


Aku tahu jalan ke sana
Aku memilih tujuanku yang mana
Aku memiliki apa yang diminta
Apakah aku mampu seorang saja


Jiwa-jiwa yang baik datanglah
Aku perlu ada yang bersama
Pilihan bukan sampah
Yang menenangkan dengan kata


Melatih diri supaya sanggup sendiri
Sendiri jika pahlawan belum ada yang sudi
Karena aku tak mau memasukkan racun ke kepalaku
Tuhan, kirimkan manusia lain mendukungku


Yang aku mau adalah beranjak dari tempat yang tetap ini
Bersyukur luar biasa bukan berarti diam
Sepertinya aku butuh dukungan dari lain diri
Masih berlari ke dalam perlindungan malam


Aku butuh diri-diri lain yang baik
Di manakah ada yang seperti itu
Apakah hanya jauh di tempat yang baik?
Berlalu waktu, aku masih satu selalu


Aku lebih dari tahu yang harus aku buat
Namun masih lemah seperti sampah
Ya Tuhan yang berkuasa atas jagat
Berikan aku sahabat yang bukan sampah
Baca selengkapnya - 06:15 - 9 Agustus 2010

Jumat, 06 Agustus 2010

Stuck


Melaju kapal dinahkodai jiwa yang sepi
Melamun ke depan membuka tirai waktu
Sendiri lebih baik kali ini
Berpikir satu menyelesaikan tugas-tugasku

Apakah salah yang telah berlalu?
Adakah lain dapat memperbaiki jalanku?
Menyibak tipuan kehampaan godaan di kanan dan kiriku
Sampai kapan aku cukup tangguh seperti batu?

Berpisah dari keramaian adalah pilihan
Karena tak sanggup mengikuti arus
Kapal impian harus dilabuhkan
Jiwa yang gamang masih memimpin terus

Terhempas tiupan bayi
Pantaskah dipuji
Aku dapat lurus laksana tali
Masih terus memperbaiki diri

Hari yang indah kapankan aku sampai?
36 purnama berlalu sudah
Belajar banyak di kota permai
Hari ini aku masih gundah


Teddy Amry
Baca selengkapnya - Stuck

Selasa, 08 Juni 2010

Aku Harus Apa?

Walau sedikit aku sudah mulai
Walau lamban aku sudah berjalan
Hendak hati deras aliran sungai
Di muara bertemu lautan tujuan

Aku sudah mengerahkan pikir dana serta tenaga
Aku tahu masih belum apa-apa
Isyarat waktu bahwa aku terlalu lama
Sungguh tak mudah mengubah yang terbiasa

Di tengah jalan bertemu banyak orang
Melihat mereka telah jauh di depan
Teddy kau masih jauh di belakang
Berlarilah jangan cuma berjalan

Sahabat-sahabatku memanggil aku
Mereka jauh lebih baik dari aku
Bukannya aku tidak mau bersama kamu
Namun aku masih belum mampu

Menengadah ke langit menyatukan tangan
Berharap mendapat pertolongan
Aku telah tahu apa yang harus aku lakukan
Aku memohon keselarasan pikiran dan perbuatan

Melihat ke masa yang terlalui
Sungguh nikmat hidup saat ini
Tetapi Teddy belum mati
Aku masih harus menjadi lebih baik lagi
Baca selengkapnya - Aku Harus Apa?

Aku Bingung


Malam berlalu tanpa ku tahu pasti ke mana aku membawa diri
Siang ku nanti berakhir hingga dapat ku jalani
Hari ini aku masih di sini belum menjadi
Membuat waktu berlari aku masih belum pasti

Sia-sia detik berganti
Aku di kejar perasaan bersalah
Aku masih terus berlatih kini
Tak apalah hasilnya aku berserah

Pagi datang mengusir malam dan peraduannya
Dia (Aku) tetap bingung masih macet di pikiran
Menatap langit dan bertanya apalagi yang harus dilewatinya
Memperbaiki diri tapi tak tahu di mana akhiran

Aku bingung karena aku belum menang
Masih terus memperbaiki setiap salah yang ku perbuat
Aku bingung karena belum menjadi yang ku bayang
Walau sedikit aku tetap menulis surat

Aku galau mengapa aku masih kalah
Aku tahu memang aku bersalah
Salahku harus ku perbaiki
Aku pasti sampai walau waktu tak pasti

Awan dan sendu mengiringi
Banyak hal yang mesti aku serahkan
Berserah pada banyak yang seperti pelangi
Aku pusatkan tuju hanya satu tujuan

Biarlah ku rela yang lain aku tak dapat
Asalkan yang utama aku mendapat
Aku ikhlaskan hal-hal yang tak dapat ku buat
Karena kebanyakan ingin hanyalah membuat berat
Baca selengkapnya - Aku Bingung

Kamis, 03 Juni 2010

Aku Sedang Sendu

Oh Tuhan aku sedang sendu
Ku sangka merdu yang ku rindu
Oh Tuhan aku sedang sendu
Terus berjalan bilakah sampai tujuanku

Oh Tuhan terima kasih
Walau belum pasti yang ingin aku raih
Oh Tuhan Yang Maha Pengasih
Aku terus menabur benih

Oh Tuhan rindunya aku kepada-Mu
Menanti melewati hari demi hari
Oh Tuhan akankah aku
Benar-benar mampu mengerjakan ini

Oh Tuhan Kaulah yang ku tuju
Mengapa harus ku lewati semua batu
Oh Tuhan mengapa aku
Aku berterima kasih walau begitu

Tidaklah kan salah pilihan-Mu
Tidaklah kan benar yang bukan kehendak-Mu
Tetapi satu inginku
Tolonglah aku mengerjakan semua itu

Oh Tuhan terima kasih anugerah terindahnya
Di atas harta dan cinta ada ilmu
Oh Tuhan terima kasih atas pengetahuannya
Sungguh lega dapat terbantu

Ya Tuhan Yang Maha Satu
Tiada yang lain selain Kamu
Oh Tuhan Kaulah segalaku
Semua yang ku tahu karena petunjuk-Mu

Oh Tuhan aku mengadu
Tiada teman dan lain aku berseru
Oh Tuhan aku di sini bersama-Mu
Karena hanya Kaulah yang selalu mencintaiku

Oh Tuhan maafkan aku
Aku tak tahu apa kebenaran itu
Oh Tuhan aku sedang sendu
Tolonglah aku antarkan aku ke tempat yang ku tuju

Oh Tuhan Yang Maha Mencinta
Terima kasih atas semua tawa dan luka
Oh Tuhan Yang Maha Satu
Tuntunlah aku selalu bersama-Mu

Oh Tuhan hari ini akumohon pertolongan-Mu
Karena hanya Engkaulah tempatku mengadu
Hanya Engkaulah yang aku menerimaku
Hidup dan matiku karena dan untukmu

Oh Tuhan hanya Engkaulah yang aku cinta
Hanya Engkaulah tempat akhirku
Terima kasih selalu mencintai dan menerima
Hanya Engkaulah yang selalu begitu kepadaku

Apapun bagaimanapun aku kau selalu mengasihiku
Hanya Engkau yang begitu kepadaku
Hanya Engkau yang benar-benar mencintai aku
Hanya untukmu cintaku satu

Terima kasih selalu mengajari aku
Atas ilmunya aku sangat terbantu
Ya Tuhan semua karenamu
Tuntulah aku selalu bersama-Mu

Amin
Baca selengkapnya - Aku Sedang Sendu

Senin, 25 Januari 2010

Aku Harus Terus Naik


Saat aku bertanya kepada mereka yang dekat denganku
Ternyata kami begitu berbeda dari semua
Dan aku melihat teman-temanku
Mereka melambaikan tangan ke arahku
Aku pun begitu
Namun mereka ada di tempat yang tinggi
Begitu tinggi saat ini dari tempatku
Kemudian aku naik dan naik lagi
Aku bertemu dengan beberapa mereka
Namun mereka hanya ingin mengambil sesuatu
Tempat mereka masih jauh di atas
Aku harus menaiki banyak anak tangga lagi
Adakah lift di sini?
Aku terus naik dan mendekat
Walau belum sampai
Aku terus naik
Baca selengkapnya -
Aku Harus Terus Naik

Aku Mendekat

Kubisikkan kata-kata cinta ke telinganya yang lembut
Bagai jatuhnya kapas
Merpati terbang menjauh
Namun seiring waktu aku mendekat
Ke arahnya
Baca selengkapnya - Aku Mendekat

Lepaskan

Lepaskan angin yang menerpa walau kau butuh udara. Lepaskan dan biarkan daun yang gugur, tunas-tunas muda tumbuh. Lepaskan jiwa-jiwa kembali, mereka kan damai. Apalah arti yang bukan kita memiliki. Dan siang yang berlalu terganti bulan dan bintang walau cahaya surya dinanti. Esok pagi semua kan datang lagi.
Baca selengkapnya - Lepaskan

Malam Yang Tenang

Malam yang tenang bagai telaga yang teduh banyak pohon disekelilingnya. Hati yang tenang akankah? Biar berlalu kereta senja. Di cakrawala menunggu kekasihku dengan gaun indahnya. Mungkinkah angin yang berdesir di pantai pertanda dia tetap setia walau aku jauh. Dan dia tetap di sana, menungguku?
Baca selengkapnya - Malam Yang Tenang