Kamis, 09 Maret 2017

Keledai Mengejar Gadgets



"Milikilah jika kau mampu. Belilah sesuai isi sakumu. Senyumlah jika tak ada uangmu. Jenis itu pun akan segera berlalu."


Ribuan tahun mengganti masa
Kebodohan berpindah dari keledai ke manusia
Memindahkan siksa dari otot ke jiwa
Menyiksa diri seperti menyiksa satwa

Pikiran pikiran yang tak berguna
Tak berguna untuk meraih bahagia
Pikiran pikiran yang memberi sengsara
Keinginan membelenggu di samsara

Akankah keledai mendapat makanannya
Yang digantung tepat dihadapannya
Dia berlari terus dan semakin ke sana
Semakin cepat semakin lama

Kegunaannya si keledai adalah untuk manusia
Si keledai hanyalah lelah dibuat kita
Namun pantas untuk satwa yang tidak mengetahuinya
Keledai dan kuda bukanlah mahasiswa

Tidakkah kita merasa
Bahagia yang ada dari sananya
Mengapa kita menyiksa
Kemudian berkata kita tersiksa

Bekerja merasa seperti dipenjara
Mengeluh mengapa libur belum tiba
Ingatkah dulu saat tidak bekerja
Ke mana mana memohon diterima

Nikmati saat ini dan di sini
Satukan hati dan kepala yang berisi
Syukur atas apa yang telah diberi
Berhenti menuntut mulailah bercermin atas diri

Aku melihat kita mulai menempatkan diri seperti keledai
Mengejar sesuatu dan tak akan sampai
Kedamaian hati sedang kita gadai
Mengejar pengakuan dan membuat kita lalai

Milikilah jika kau mampu
Belilah sesuai isi sakumu
Senyumlah jika tak ada uangmu
Jenis itu pun akan segera berlalu

Tahun lalu keluar yang baru
Tahun ini ada yang terbaru
Tahun depan mereka membuat yang baru
Tak akan henti kita berburu

Milikilah jika kau mampu
Belilah sesuai isi sakumu
Senyumlah jika tak ada uangmu
Jenis itu pun akan segera berlalu

Mendekatkan yang jauh
Membuat yang dekat jauh

Akankah kau sumbangkan hartamu atas nama ego?
Atau karena melepaskan ego?

Mengapa mengejar pengakuan manusia lain atasmu?
Mengabaikan keberadaan

Biarkan mereka yang memiliki saham dan inovasi
Membuat benda benda yang tak terbeli
Nikmati apa yang kita miliki
Letakkan uangmu pada apa yang memberi fungsi

Jika tidak berguna
Untuk apa membelinya
Jika mencari yang berguna
Ada banyak yang murah harganya

Jangan mengejar pengakuan
Hanya sengsara akan kau dapatkan
Jangan takut akan celaan
Hinaan janganlah jadi beban

Jangan mengejar kebahagian seperti keledai mengejar makanan
Kebahagiaan selalu ada di dalam setiap insan
Lebih baik pulang dan lihatlah ke dalam
Kebahagianmu selalu ada siang dan malam
Baca selengkapnya - Keledai Mengejar Gadgets

Minggu, 29 November 2015

Berdamai Dengan Yang Tak Terelakkan

Mengapa menangisi perginya cahaya
Biarkan Sang Surya tak terlihat untuk sementara
Mengapa takut datangnya malam
Kita tidur saat lampunya padam

Saat hujan pasti kan basah
Hanya cegah apa yang tercegah
Saat terik nikmati panasnya
Jangan teriak apalah gunanya

Kadang curahan hati seperti aliran sungai
Lepaskan airnya jangan membanjiri

Air mendidih pasti ada uap
Matikan apinya airnya tak meluap

Biarlah sakit jika memang harus sakit
Tetaplah sehat jadilah kuat
Nikmati pemandangan di atas bukit
Jika tak indah apa boleh buat

Lepaskan kemelekatan serahkan jiwa
Tunggangi kuda bukan kamu kudanya
Saat bayi lahir ke dunia
Kau kan kira tangisan darinya

Di mana gula di sana semut
Lalu mengapa kau membenci dan bersungut
Bersihkan dan rapikan
Tikus dan kecoa suka makanan

Salahkah langit saat kita jatuh?
Kematian adalah kepastian
Luka adalah biasa saat terjatuh
Para bayi tak takut jatuh untuk berjalan

Biarkan sakit dan rasakan kecewa
Ini tidak untuk selamanya
Seperti jatuhnya daun angin yang membawa
Dia pasti jatuh saat usianya tiba

Manis terasa manis
Salahkah gulanya?
Buruk terlihat buruk
Salahkah cerminnya?

Kau dekati anjing dan kucing
Kau salahkan yang mengonggong
Kau tanam biji dan kerikil
Kau salahkan yang tidak tumbuh

Berniaga dan berderma
Ada yang kaya ada yang bahagia
Jika tidak bisa keduanya
Nikmati satu dari mereka

Surga dan neraka
Ada di dalam dada
Baca selengkapnya - Berdamai Dengan Yang Tak Terelakkan

Sabtu, 19 Mei 2012

Mengapa Menonton Kesedihan?

Bersahutan kalian para penyedia tontonan
Bercerita selalu tentang kasihan
Bohong berkata kasihan pada korban
Sumbangkan uang dong kalau ingin meringankan beban

Pesawat yang jatuh dan jiwa-jiwa yang berhenti menjadi manusia
Semoga kalian tenang di tempat yang baru nanti
Doaku untuk kalian wahai para korban dan keluarga
Yang kembali ikhlaskanlah jika pergi

Saat bumi terguncang dan terbelah
Saat penyakit menjadi perantara
Jika kita berhenti mengalami dunia karena entah
Apakah menangis mengantarkan ke surga?

Hiduplah dengan penuh cinta
Matilah saat mencinta
Hanya cinta yang tak meminta
Jika ingin mengalami bahagia

Bukan dengan menonton berulang bukti bahwa kita sayang
Transferlah ke rekening bank
Jika tak punya uang panjatkanlah doa dalam sembahyang
Hanya berkata "ih kasihan" tak baik untuk semua orang


Teddy Amry
Baca selengkapnya - Mengapa Menonton Kesedihan?

Minggu, 04 Maret 2012

Ikhlaskan

Jangan mengejar pengakuan
Ikhlaskan dianggap apa
Jangan takut cercaan
Ikhlaskan pandangan semua

Jangan melekat pada kenyamanan
Lepaskan segala bentuk kenyamanan
Jangan menghindari kenyamanan
Nyaman tidak nyaman ikhlaskan

Jangan mengejar jaminan
Bahkan bulan tidak perlu tali
Seluruh benda langit akan hancur
Di dalam bangunan akan runtuh
Di bawah langit hujan dan panas
Ikhlaskan segala halusinasi

Untuk apa memaksakan keamanan
Aman dan bebas tidak sejalan
Tak perlu memaksakan kebebasan
Kau lepaskan seluruh keinginan sambutlah kebebasan

Tidak ada teman tidak ada yang bukan teman
Kau dan aku itu satu

Tidak perlu tanya mengapa aku mencintaimu
Aku itu kamu
Kamu itu aku
Bagaimana mungkin aku membencimu?

Apa itu ancaman?
Apa itu ketakutan?
Apa itu jaminan?
Tidak perlu memperdebatkan isi mimpi tadi malam!
Ikhlaskan.
Baca selengkapnya - Ikhlaskan

Minggu, 26 Februari 2012

Bersyukur Bukanlah Tidur

Bersyukur bukan berarti cuma tidur
Walau tanah kita subur
Jangan mau cuma bisa makan bubur!

Dari pada memilih menganggur
Atau cuma mimpi menikmati anggur
Lebih baik babak belur
Atau gugur dalam bertempur
Supaya hidup lebih makmur

Jangan takut apa yang terlihat kabur
Jangan sampai tekadmu kendur
Niatmu janganlah luntur
Hanya karena jatuh janganlah mundur
Melesatlah seperti panah dari busur

Kreatiflah, jangan bisanya cuma menyadur
Beranilah beda walau kita membaur
Jangan latah jangan takut digusur
Sungai gagasan perlu ditelusur

Wanita pandailah berlulur
Pandailah juga saat di dapur

Yang sementara jangan membuatmu tergiur
Yang palsu jangan dibuat penghibur

Jangan rapuh seperti kapur
Jangan pecah seperti telur
Jangan cengeng ketika terbentur
Tetap bersyukur saat terjaga ataupun tidur
Jangan cuma bisanya mendengkur

Punya lidah jangan asal terjulur
Bicara jangan melantur
Jangan suka berpikir ngawur

Santun dalam bertutur
Berkata dan berbuat jujur

Selalu menyapa selalulah menegur
Dengan sesama selalulah akur
Urusan orang lain jangan ikut campur
Peduli jangan salah jalur

Karang keras pun hancur lebur
Karena ombak dan debur
Nikmati bekerja walau harus terjemur
Rasakan cinta walau peluh mengucur
Santai saja walau keringat berlumur
Tak apalah walau harus lembur

Gaji kecil jangan jadi tolak ukur
Ikuti saja alur

Buatlah lahan gersang jadi gembur
Berhenti harapkan hujan, buatlah sumur
Jangan hanya memikirkan kasur
Jangan tergesa di depan rumah pasang janur

Selalu tersenyum selalulah merasa syukur
Sepanjang hidup hingga tubuh terbujur


Teddy Amry
Baca selengkapnya - Bersyukur Bukanlah Tidur

Sabtu, 25 Februari 2012

Jakarta di Hari Minggu


Menyusuri kota ini di hari Minggu
Tampak tenang tak seperti di hari pekerja terburu-buru
Coba saja kalau setiap hari begitu
Pasti di jalanan mudah melaju

Mengapa kau tak mau mengantri
Lebih cepatkah kau beberapa detik dengan mencuri?
Mengapa tak memberi jalan dulu pada yang sudah sedari tadi?
Kalian membuat jalanan dan ekonomi sulit berlari

Aku menunggu kalenderku berwarna merah untuk berkendara
Kalau tak merah manalah sampai segera
Truk di tempat tikus dan kucing berlari
Sepeda motor membentuk air yang mementingkan diri sendiri

Tak perlulah kalian tambah jalanan layang
Jangan membuat kami berputar jauh di persimpangan
Polisi lebih baiklah dalam tugas yang dipegang
Kami bayar pajak dan banyak tagihan

Jakarta di hari Minggu
Kota ini baik di mataku
Kota ini di Hari Minggu
Bukan di Senin sampai Sabtu


Teddy Amry


Baca selengkapnya - Jakarta di Hari Minggu

Kamis, 23 Februari 2012

Ego

Ego

Kenapa sih lo ada?

Mengikat diri yang bebas lepas
Dengan belenggu emas dan besi

Burung mengikat diri lalu ingin terbang
Aneh
Bodoh tolol

Mengapa tak lepaskan saja talinya?
Oh ya, benang kusut!

Kita para dungu yang mengecap pengetahuan fana
Kita para orang bodoh yang belum sadar
kita para budak yang mengabdi pada mesin
Kita yang lalai mempercayakan diri kepada mesin

Pikiran
Pikiran

Ego, keinginan
Penutup kotor yang melapisi meja yang bersih
Tolol bukan?

Sudah bersinar dari sananya
Terlapis kain hitam penuh debu

Mati-matian mengejar kebahagiaan
Tanpa melihat ke dalam terus mencari di luar
Di luar sana kebahagiaan itu tidak ada
Yang ada hanya cermin

Cermin memantulkan bayangan wajah yang dekil
Bukan cerminnya yang salah
Bukan wajahnya yang tak rupawan
Hanya debu kotor selama perjalanan
Setelah lelah, bersihkanlah hingga tuntas
Lihat, kita itu rupawan!

Mati-matian mengejar kebahagian
Tanpa sadar mati-matian menyengsarakan diri

Tidak ada yang perlu diubah, ikhlas!
Tidak ada perbudakan yang merdeka
Tidak ada yang baik dirantai emas
Ketanpa-ego-an itulah yang sempurna
Baca selengkapnya - Ego

Senin, 16 Januari 2012

Acara Musik Jangan Sebodoh Sinetron


Ku tahan nafas menenangkan
Tak ada pilihan menyenangkan
Menatap TV kumpulan nyanyian
Mereka dibayar atau gratisan?

Tak bisakah lebih tolol dalam bermusik
Tak ada pilihan selain kalian
Tak bisakah lebih tolol kalian berisik
Selain acaramu yang ada hanya iklan

Cukuplah mereka yang tak berpendidikan
Menonton sinetron yang mengajarkan kebodohan

Mengapa kalian rusak musik kami
Yang dulu baik dan layak dibeli
Mengapa kalian ganti penyanyi dan band sekelas Padi
Dengan band kampung dan anak-anak baru jadi

Maunya ku punya acara lain
Masa sih harus buat TV sendiri?
Malu dong dengan bangsa lain
Masa membodohi bangsa sendiri

Tak adakah inovasi di negeri ini
Ke mana semua otak-otak kreatifnya
Jangan andalkan penjualan RBT yang tinggi
Syair-syair tolol yang merajainya

Tolong dong buat acara musik anak lagi
Jangan campur nyanyian anak-anak di musik kami
Jangan ajarkan anak syair-syair dewasa
Jangan masukkan mereka di acara musik dewasa

Tolong buat acara musik khusus orang-orang tolol
Jangan campur musik mereka di musik anak muda
Band-band plagiat jangan nongol
Bikin acara khusus jangan ada di semua acara

Kemana penyanyi anak yang suaranya merdu?
Jangan rekam suara anak-anak yang merusak telinga
Berikan mereka syair dan melodi seperti dulu
Tak usah gila paksakan mereka di acara anak muda

Jangan rusak mutu musik negeri
Kasihan pemusik sekelas Yovie
Jangan biarkan kita diinvasi
Musik luar jadi raja nanti

Baca selengkapnya - Acara Musik Jangan Sebodoh Sinetron

Rabu, 07 Desember 2011

Hembusan Nafas



Nafas naga berhembus dari diri-diri yang kesal
Mengapa tak terpikir untuk lepas setelah lama bernafas?
Tak bosankah kamu akan siksa di samsara?
Tak jenuhkah kamu selalu turut apa yang dunia perintahkan ke kamu?

Suara-suara kebodohan diri sendiri yang kamu sebut setan
Setan yang tak pernah ada di hatimu kecuali keengganan
Keengganan kamu untuk bertumbuh
Melepas ego, itulah bertumbuh

Tak kesalkah kamu akan suara-suara yang mendiktemu?
Tak maukah kamu untuk kembali kepada kebebasan?
Mengapa enggan untuk melihat ke dalam?
Bahagiakah kamu di samsara yang nyata?

Ketidaktahuan karena keengganan
Keengganan untuk berbeda dari imla dunia
Keengganan melangkah ke yang tak sementara
Keengganan mempertanyakan apa itu yang nyata

Sudah-sudahlah usailah tangismu
Sudahilah semua deritamu
Mulailah melihat cermin besar yang kau sebut dunia
Jika pantulannya buruk, siapakah yang bertanggung jawab?
Baca selengkapnya - Hembusan Nafas

Selasa, 29 November 2011

Cuma Ngetik


Pagi yang indah di hari yang tidak begitu cerah
Hujan kemarin masih membuat jalanan basah
Apa aku punya kata lain selain terserah
Melepas kebodohan supaya tidak marah

Satu hari, dulu lama sekali
Di mana ambisi menyiksa diri
Ego menjadi raja
Dan aku hanyalah hamba

Pikiran kalut cabangnya banyak
Membuat keinginan untuk keinginan
Kepala dan dadaku terbakar tersiram minyak
Tanpa upaya hanya dalam lamunan

Masalahku berkurang banyak
Cuma kamu yang paling berat
Tinggalkan pikiranku supaya aku tidur nyenyak
Ngangenin kamu buatku penat

Yang lain terserah terserahlah
Datang datanglah pergi pergilah
Jika suka lepaskanlah
Jika benci lepaskanlah

Belajar membaca setumpuk buku
Aku jauh lebih tahu dari perbuatan
Melatih diri secepat waktu
Aku berlatih melepas keinginan

Tugasku mengurangi hasrat
Banyak perhatian apalah tujuan
Sedikit pikiran adalah baik
Memenuhi nafsu tiada kekuatan

Tugasku adalah melepas
Melepas kesukaan melepas kebencian
Hidup ini supaya terlepas
Aku lelah akan ketidak tahuan

Baca selengkapnya - Cuma Ngetik

Rabu, 07 September 2011

Biarkan Saja

Jangan takut akan gempa, gempanya pasti kan ada
Jangan takut malam, esok kan ada pagi
Jangan takut akan sakit, kau kan tahu nikmatnya sehat
Jangan takut akan mati, jiwa akan selalu hidup


Jika nanti kan turun hujan, biarkanlah
Jika nanti waktu kan mengubah, biarkanlah
Jika saat belum tiba, biarkan sampai tiba
Jika tujuan belum terlihat, tetaplah berjalan

Apa guna menyembunyikan dusta, hanya menunda ketahuannya
Apa guna takut kan siksa, jika pasti, maka kan terjadi

Raihlah apa yang kau raih
Lepaskan yang bukan milikkmu

Jika kau dapat mengubahnya, ubahlah
Jika kau tak dapat berbuat apa-apa, diamlah, tenang saja

Datang dan pergi, seperti itu terjadinya
Ketakutanmu hanyalah tipuan
Tipuan tak mampu memanipulasi yang hakiki

Tak usah cemaskan apa yang belum
Tak usah sesalkan apa yang sudah

Nimatilah ini, kau di sini, saat ini

Biarkan air mengalir
Dan daun jatuh ke tanah
Yang sudah saatnya mati, lepaskanlah
Yang lahir, sambutlah dengan cinta

Apa yang sudah harus pergi, biarkan terganti
Apa yang tak terganti, biarkan saja

Penuhi hari dengan cinta
Lihatlah sekeliling dengan cinta

Jadilah kebahagiaan
Jadilah cinta

Bersama yang tak terganti
Bersama yang bukan datang dan pergi

Kau buka jendela, udara masuk
Kau biarkan terbuka, udara keluar
Apakah buruk?
Apakah baik?

Yang baik atau buruk, biarkanlah
Yang benar melampaui keduanya

Apakah sakit yang kau rasa?
Apa yang menyakitkan?
Hanya ketidaktahuan membuatnya begitu

Lepaskanlah apa yang kau selalu ingin bersama
Lepaskanlah kebencian apa yang selalu kau harap pergi

Penuhi semua dengan cinta
Jadilah yang tak bersyarat


Teddy Amry
Baca selengkapnya - Biarkan Saja

Minggu, 04 September 2011

Kepalaku Yang Penuh Dengan Debu


Salju tak membersihkan saat air tak ada
Angin membawa sampah masuk ke rumah pemuda
Sendiri menciptakan petaka
Di kegelapan senja melihat tali sebagai naga

Pikiran yang aku cipta sungguh bencana
Dengannya aku menutupi cahaya dengan maya
Keinginan yang aku cipta saat ingin berbeda
Dengan mereka ku mencungkil mata

Sungguh kotor saat aku buta
Berjalan melukai kaki di atas lantai yang penuh pecahan kaca
Saat Buddha menunjukkan arah
Kini terserah kemana aku melangkah


Teddy Amry
Baca selengkapnya - Kepalaku Yang Penuh Dengan Debu

Jumat, 21 Januari 2011

Malam di Jiwa Yang Tenang


Sapuan kuas yang mewarnai lukisan

Menyatakan pikiran dalam gambaran


Suhu yang biasa suasana terasa
Tiada teriakan tiada siksa


Malam seperti malam-malam sebelumnya
Keadaan berbeda karena jiwa
Jiwa yang tenang tiada berduka


Jika takut menghampiri, sambutlah
Dia kan pergi
Jika sedih menghampiri, sambutlah
Dia kan pergi
Jika rindu menghampiri, sambutlah
Dia kan pergi
Jika semua duka itu terasa, rasakanlah
Rasakan sejelasnya, mereka kan pergi


Mereka itu tiada, melainkan ilusi
Maka bukalah pintu untuk udara baru masuk
Mereka kan terganti


Jiwa yang tenang, damai, adakah suka di sana?
Jika suka hanya sementara, adakah yang lebih berharga?


Ketika kau bersihkan jelaga dari kepala
Tiada kata yang dapat melukiskannya
Ketika matamu bersih dari halusinasi
Tiada apa-apa di sana dan di sini


Mengapa menginginkan sesuatu yang telah ada di sini
Bukalah semua penutupnya
Kau akan melihat keindahan itu


Seperti tubuh terlindung hujan
Tak perlu mencari air di bungkusan
Keluarkan tangan, rasakan tetesan


Tiada mengharap tiada menolak
Hanya berpikir maka kau temui


Tiada terikat tipuan
Tiada melekat keinginan


Tiada mengharap tiada menolak
Hanya mengijinkannya, merasakan dan menyambutnya


Hanya membayangkan apa yang dipilih


Hanya memilih, hanya memutuskan
Tiada mengharap tiada menolak
Maka terimalah


Tiada beban, tiada kemelekatan
Tiada duka, tiada siksa


Tiada mengharap tiada menolak
Hanya berpikir dan memutuskan



Tiada beban, tiada kemelekatan
Tiada duka, tiada siksa

Tiada mengharap tiada menolak
Hanya berpikir dan memutuskan
Baca selengkapnya - Malam di Jiwa Yang Tenang

Jumat, 31 Desember 2010

The Sedona Method


Saat pasir kau genggam, saat nafas kau tahan
Jika mengotori tangan mengapa tak kau jatuhkan
Jika membuatmu sesak mengapa tak kau hembuskan

Sia-sialah menghentikan mentari
Bumi yang berputar dan mengelilingi
Sia-sialah berharap waktu kan menunggu
Kaulah yang harus melaju

Biarkan hujan membasahi, biarkan cahaya menerangi
Basah itu tak abadi, apa yang harus kau takuti?

Seperti yang hidup kan mati
Seperti yang hidup beregenerasi
Yang lama kan terganti
Yang baru kan mengisi

Sambut yang kau rasa saat ini
Sambutlah karena itu alami
Ketika waktu telah menghampiri
Jangan tahan, biarkan dia pergi

Seperti aliran udara yang kau hirup
Hembuskan nafasmu kemudian
Sang surya takkan redup
Kau kan nikmati rembulan

Kau haus? minumlah
Kau lapar? makanlah
Mereka tak selamanya di sana
Biarkan semuanya datang lalu tak tahu ke mana

Kita hanyalah seperti rumah dengan pintu dan saluran udara
Kita terima angin dan cahaya masuk
Apakah kita perlu semua? Ya
Apakah semua kan bersama selamanya? Tidak

Maka raihlah saat ini, lepaskan yang lalu
Maka nikmati hari ini, ikhlaskan yang lalu

Bahwa bensin diisi, ia hanya penggerak
Bahwa uang diisi, ia hanya penggerak

Mengapa takut jika harus terjadi?
Mengapa takut jika malam menghampiri?

Hari berakhir, esok mengganti
Seperti air bersikulasi
Semua terjadi alami

Kebersamaan yang memberi senyum
Tak selamanya ada bersama

Pertemuan adalah kebutuhan
Perpisahan adalah alami


Cinta, riang, dan sedih rasakanlah
Akui hingga kau seutuhnya mengalami
Cinta, riang, dan sedih lepaskanlah
Jangan kau tahan, karena itu semua alami


Semua rasa mengalir datang dan pergi
Semua rasa membuatmu hidup
Semua rasa kau perlu di sini
Semua rasa hembuskanlah setelah kau hirup


Tak ada yang menetap di sini
Lepaskan lepaskanlah genggaman emosi
Lepaskan biar tiada duka lagi
Kta adalah kesadaran dan bukan emosi


Semua harus berganti
Laksana embun yang menguap di kala siang


Seperti roda yang berputar agar tergerak pedati
Seperti itu rasa harus bersikulasi


Rasakan seutuhnya
Lepaskan seluruhnya


Amarahmu, dendammu hanya ilusi
Tipuan kebodohan diri


Cintamu, jangan merekat
Bahwa kau bukan sang emosi


Cemburumu, rasakanlah
Akui keberadaanya
Jika sudah, lepaskanlah
Maka kau kan lega


Kebahagianmu, rasakan seutuhnya
Kebahagianmu, lepaskan seluruh rasanya


Jika sedih menangislah
Rasakan seutuhnya
Jika sudah, lepaskanlah
Kau kan lega


Ketakutanmu, rasakanlah
Rasakan seutuhnya
Jika sudah, lepaskanlah
Maka tiada duka


Keinginanmu, rasakanlah
Rasakan seutuhnya
Rasakan agar kau hidup bermegah
Lepaskan rasa, namun wujudkanlah ia


Berserah bukan menyerah
Berserah bukan menyerah


Rasakan, lepaskan, dan bebaslah melangkah
Tiada duka setelahnya
Baca selengkapnya - The Sedona Method

Sabtu, 18 September 2010

Setan Setan Cantik di Kepala

Debur ombak menyiratkan duka, tangis air mata jiwa
Cuih, iblis menggoda merasuk dua mataku
Apakah aku kotor dan dapat kau temui sepanjang jalanan?

Katakan apa yang memerintah pikiran dan hati
Saat aku jauh dan lama tak kau temui
Yakinkah bahwa kau hanya perlu seorang pengganti?

Raja-raja dan menteri bersatu menentang aku
Saat bidadari terkalahkan hantu
Saat matematika tak berkutik melawan rasa
Ke manakah seorang yang bodoh mencari tawa?
Baca selengkapnya - Setan Setan Cantik di Kepala

Senin, 09 Agustus 2010

Tertinggal Waktu Yang Berlari



Bolehkah jiwa menikmati sedih?
Jiwa manusia yang masih dipecundangi waktu
Bolehkah mencari perlindungan dari rasa lirih?
Mata yang terpejam masih melindungiku


Saat tonggak-tonggak yang kupancang terkalahkan masa yang berlari
Aku masih di sini tertinggal jarum jam yang tiada henti
Mengapa pria ini masih merangkak seperti bayi
Hey, lari! Perlindungan tak berarti kau boleh tetap di sini!



Menangislah kala perih
Tersenyumlah setelahnya
Lalui setiap rasa yang mendidih
Seperti buih, hembuskanlahj ke udara


Lepaskan lepaskan kabut yang aku pakai menutup mataku
Aku tidak bodoh - hanya terlelap sendiri tiada yang menemani
Cepatlah beranjak dari kesia-sianmu!
Terus teruslah kejar sang waktu, teruskan dan jangan berhenti lagi
Baca selengkapnya - Tertinggal Waktu Yang Berlari

06:15 - 9 Agustus 2010



Aku ditegur diri atas pencapaian
Karena kelalaian
Karena berlalu waktu aku masih tak mampu
Karena lemahnya aku memimpin aku


Pertolongan surga telah mengangkat ke tempat yang lebih baik
Namun aku belum mampu naik dari tempat ini
Seperti koala yang diusik
Disindir keyakinan - keraguan menghampiri


Pergi pergilah kebodohan dan kelemahan diri
Berganti jiwa yang seperti cahaya fajar dari timur
Menggembala ranting dan daun saat ini
Namun mencari emas untuk makmur


Hai orang kecil
Mengapa kau tak mau pergi
Saatnya harus terpencil
Supaya tak ada yang mengganggu lagi


Berhenti aku bosan
Jemu mempermainkan waktu
Menghabiskannya hanya sia terhasilkan
Berharap ada yang menolongku


Bayang seorang pahlawan menuntunku
Adakah teman yang baik untukku?
Karena aku masih tak sanggup kini
Karena aku lemah jika sendiri


Aku tahu jalan ke sana
Aku memilih tujuanku yang mana
Aku memiliki apa yang diminta
Apakah aku mampu seorang saja


Jiwa-jiwa yang baik datanglah
Aku perlu ada yang bersama
Pilihan bukan sampah
Yang menenangkan dengan kata


Melatih diri supaya sanggup sendiri
Sendiri jika pahlawan belum ada yang sudi
Karena aku tak mau memasukkan racun ke kepalaku
Tuhan, kirimkan manusia lain mendukungku


Yang aku mau adalah beranjak dari tempat yang tetap ini
Bersyukur luar biasa bukan berarti diam
Sepertinya aku butuh dukungan dari lain diri
Masih berlari ke dalam perlindungan malam


Aku butuh diri-diri lain yang baik
Di manakah ada yang seperti itu
Apakah hanya jauh di tempat yang baik?
Berlalu waktu, aku masih satu selalu


Aku lebih dari tahu yang harus aku buat
Namun masih lemah seperti sampah
Ya Tuhan yang berkuasa atas jagat
Berikan aku sahabat yang bukan sampah
Baca selengkapnya - 06:15 - 9 Agustus 2010

Jumat, 06 Agustus 2010

Stuck


Melaju kapal dinahkodai jiwa yang sepi
Melamun ke depan membuka tirai waktu
Sendiri lebih baik kali ini
Berpikir satu menyelesaikan tugas-tugasku

Apakah salah yang telah berlalu?
Adakah lain dapat memperbaiki jalanku?
Menyibak tipuan kehampaan godaan di kanan dan kiriku
Sampai kapan aku cukup tangguh seperti batu?

Berpisah dari keramaian adalah pilihan
Karena tak sanggup mengikuti arus
Kapal impian harus dilabuhkan
Jiwa yang gamang masih memimpin terus

Terhempas tiupan bayi
Pantaskah dipuji
Aku dapat lurus laksana tali
Masih terus memperbaiki diri

Hari yang indah kapankan aku sampai?
36 purnama berlalu sudah
Belajar banyak di kota permai
Hari ini aku masih gundah


Teddy Amry
Baca selengkapnya - Stuck

Selasa, 08 Juni 2010

Aku Harus Apa?

Walau sedikit aku sudah mulai
Walau lamban aku sudah berjalan
Hendak hati deras aliran sungai
Di muara bertemu lautan tujuan

Aku sudah mengerahkan pikir dana serta tenaga
Aku tahu masih belum apa-apa
Isyarat waktu bahwa aku terlalu lama
Sungguh tak mudah mengubah yang terbiasa

Di tengah jalan bertemu banyak orang
Melihat mereka telah jauh di depan
Teddy kau masih jauh di belakang
Berlarilah jangan cuma berjalan

Sahabat-sahabatku memanggil aku
Mereka jauh lebih baik dari aku
Bukannya aku tidak mau bersama kamu
Namun aku masih belum mampu

Menengadah ke langit menyatukan tangan
Berharap mendapat pertolongan
Aku telah tahu apa yang harus aku lakukan
Aku memohon keselarasan pikiran dan perbuatan

Melihat ke masa yang terlalui
Sungguh nikmat hidup saat ini
Tetapi Teddy belum mati
Aku masih harus menjadi lebih baik lagi
Baca selengkapnya - Aku Harus Apa?

Aku Bingung


Malam berlalu tanpa ku tahu pasti ke mana aku membawa diri
Siang ku nanti berakhir hingga dapat ku jalani
Hari ini aku masih di sini belum menjadi
Membuat waktu berlari aku masih belum pasti

Sia-sia detik berganti
Aku di kejar perasaan bersalah
Aku masih terus berlatih kini
Tak apalah hasilnya aku berserah

Pagi datang mengusir malam dan peraduannya
Dia (Aku) tetap bingung masih macet di pikiran
Menatap langit dan bertanya apalagi yang harus dilewatinya
Memperbaiki diri tapi tak tahu di mana akhiran

Aku bingung karena aku belum menang
Masih terus memperbaiki setiap salah yang ku perbuat
Aku bingung karena belum menjadi yang ku bayang
Walau sedikit aku tetap menulis surat

Aku galau mengapa aku masih kalah
Aku tahu memang aku bersalah
Salahku harus ku perbaiki
Aku pasti sampai walau waktu tak pasti

Awan dan sendu mengiringi
Banyak hal yang mesti aku serahkan
Berserah pada banyak yang seperti pelangi
Aku pusatkan tuju hanya satu tujuan

Biarlah ku rela yang lain aku tak dapat
Asalkan yang utama aku mendapat
Aku ikhlaskan hal-hal yang tak dapat ku buat
Karena kebanyakan ingin hanyalah membuat berat
Baca selengkapnya - Aku Bingung